China ingin mempercepat hubungannya dengan Namibia. Pada hari Kamis, Perdana Menteri Li Qiang menerima Presiden Namibia Netumbo Nandi-Ndaitwah di Beijing, menunjukkan ambisinya untuk memperkuat perdagangan, investasi, dan kerja sama antara kedua negara.
Inti dari diskusi tersebut adalah keinginan bersama untuk mengembangkan kemitraan di sektor-sektor yang dianggap strategis, termasuk infrastruktur, pertambangan, minyak dan gas, energi terbarukan, dan teknologi baru.
Beijing juga telah mengumumkan niatnya untuk mengimpor lebih banyak produk pertanian dan perikanan Namibia. Perusahaan-perusahaan Tiongkok juga didorong untuk berinvestasi lebih banyak di Namibia, sementara eksportir Namibia diharapkan mendapat manfaat dari langkah-langkah preferensial yang diberikan oleh Tiongkok, termasuk akses bebas bea untuk beberapa produk.
Di luar bidang ekonomi, kedua negara ingin mengintensifkan kerja sama mereka di bidang pariwisata, kesehatan, pendidikan, penelitian ilmiah, dan pertukaran pemuda. Mereka juga bermaksud untuk memperkuat koordinasi mereka dalam isu-isu internasional utama.
Presiden Namibia memuji hubungan yang dibangun atas kerja sama selama beberapa dekade dan menegaskan kembali komitmen negaranya untuk memperdalam kemitraan strategis ini dengan Beijing. Bagi Windhoek, pendekatan ini merupakan peluang untuk mempercepat pembangunannya, sementara China semakin memperkuat kehadiran ekonomi dan diplomatiknya di benua Afrika.
Yolande Bazié
Pelajari lebih lanjut tentang Berita Afrika
Berlangganan untuk mendapatkan postingan terbaru yang dikirim ke email Anda.






